BAB
I
PENDAHULUAN
Bali kaya
akan Budayannya yaitu sebuah kebiasaan tingkah laku masyarakatnya yang
berhubungan dengan konsep Tri Hita Karana. Adnya konsep keseimbangan hubungan
antara Alam, Manusia dan Tuhan dengan menempatkan sesuai dengan porsinya. Perbedaan
yang mendasar dengan yang lainnya adalah konsep tatwa yang dimilikinya.
Kekuatan itu adalah kekuatan local genius berupa budaya,salah satunya adalah Kanda Empat.
Kanda Empat
adalah Formula yang diramu yang merupakan warisan dari pada leluhur yang ada
di Bali. Memang banyak versi Kanda Empat itu sendiri tapi disini telah diramu
sehingga bisa ditemukan seperti saat ini.Dahulu orang sangat enggan
membicarakan hal ini karena dianggap tabu dan dianggap kekiri kirian atau Black
magic. Namun hal tersebut lama kelamaan mulai terkikis karena pemahaman yang semakin
meningkat di masyarakat. Salah satu bagian dari kanda Pat ini adalah Kanda Pat Bhuta, yang
menjelaskan mengenai perjalanan Manusia mulai dari belum berbentuk janin sampai
manusia tersebut meninggal. Dimana kelahiran manusia ke dunia tidak sendiri
melainkan bersmaan dengan empat saudara yang kelak akan selalu melindungi
manusia tersebut. Bagi masyarakat yang ingi mempelajari
keilmuan esoteric khas dari daerah bali, semestinya pelajari dulu ajaran Kanda
Pat yang merupakan pelajaran dasar yang akan berdampak sangat luas dan penting
untuk menunjang keilmuan bali lainnya. Karena menurut pandangan pribadi saya,
semua materi dari ajian, pekakas, jimat maupun cara bersosialisai berlandaskan
pada ajaran ini, dan secra tidak langsung materi Kanda Pat ini memperkokoh
budaya bali yang berlandaskan Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan
permasalahannya sebagai berikut:
1.
Bagaimana
isi dari lontar Kanda Pat Bhuta
1.3
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui isi dari lontar kanda Pat Bhuta
BAB II
PEMBAHASAN
Kanda Pat
adalah Empat Teman: Kanda = teman, Pat = empat, yaitu kekuatan-kekuatan Hyang
Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio sampai meninggal
dunia mencapai Nirwana. Menurut Kitab Suci Lontar Tutur Panus Karma, nama-nama Kanda Pat berubah-ubah menurut keadaan/
usia manusia:
|
Kandapat Bhuta:
|
||||
|
Bayi
bisa bersuara
|
Anggapati
|
Prajapati
|
Banaspati
|
Banaspatiraja
|
Bentuk-bentuk Kanda Pat yang dapat dilihat dan diraba secara nyata adalah ari-ari,
lamas, getih dan yeh-nyom. Setelah mereka dikuburkan (segera setelah bayi
lahir) maka perubahan selanjutnya adalah abstrak (tak berwujud) namun dapat
dirasakan oleh manusia yang kekuatan bathinnya terpelihara.
Hyang Widhi mewujudkan diri
menjadi empat manifestasi, kemudian keempatnya itu yaitu:
- Hyang Siwa selanjutnya mewujudkan dirinya menjadi ari-ari
- Hyang Sadasiwa mewujudkan diri sebagai lamas
- Hyang Paramasiwa mewujudkan diri menjadi getih, dan
- Hyang Suniasiwa mewujudkan diri menjadi Yeh-nyom.
Keempat saudara yang abstrak ini menyertai terus sampai
manusia mati dan rohnya menghadap ke Hyang Widhi. Mereka juga menjaga dan
melindungi roh, serta mencatat sejauh mana atman (roh) terpengaruh oleh indria
keduniawian. Semua pengalaman hidup di rekam oleh Sang Suratman yang dahulu berbentuk ari-ari. Inilah
catatan subha dan asubha karma yang menjadi penilaian dan pertimbangan kesucian
roh untuk menentukan tercapainya moksa (bersatunya atman-brahman) ataukah
samsara (menjelma kembali). Kandapat ada dalam diri/ tubuh manusia, namun
ketika tidur, kandapat keluar dari tubuh. Maka mereka perlu dibuatkan pelinggih
berupa "pelangkiran" di kamar tidur, tempat bersemayamnya kanda pat
ketika kita tidur pulas.
Dalam Kanda
Pat Butha diyakini kita memiliki saudara yang bernama Anggapati, Banaspati,
Prajapati, Banaspati Raja dan Butha dengen. Untuk dapat meresapi ajaran ini,
kita mesti tahu bagaimana cara
merasakan kehadiran saudara-saudara kita tersebut. Pertama-tama kita harus tau
dari mana asalnya. Adapun suksman dari saudara kita adalah;
- Anggapati: keluar dari jantung terus ke mata berstana/tinggal di timur.
- Prajapati: keluar dari hati terus ke telinga berstana/tinggal di selatan.
- Banaspati: keluar dari ginjal terus ke hidung berstana/tinggal di barat.
- Banaspatiraja: keluar dari empedu terus ke mulut berstana/tinggal di utara.
- Butadengen: keluar dari tengah hati terus ke ubun2 berstana/tinggal di tengah
setelah itu belajar memasukkan saudara
kita tersebut kedalam tubuh kita, adapun caranya sekaligus mantranya:
- Anggapati: manjing maringNetra malinggih ring Papusuh, jumenek sira malinggih, raksa ragan insun.
- Prajapati: manjing maring Karna malinggih ring Hati, jumenek sira malinggih, raksa ragan insun.
- Banaspati: manjing maring Hirung malinggih ring Ungsilan, jumenek sira malinggih, raksa ragan insun.
- Banaspati Raja: manjing maring Cangkem malinggih ring Ampru, jumenek sira malinggih, raksa ragan insun.
- Butha Dengen: manjing maring Siwadwara malinggih ring Bungkahing Hati, jumenek sira malinggih, raksa ragan insun.
- Ih, Ah, Eh, Uh, sang catur sanak, raksanen ingsun, kemit rahina wengi, atangi muwang aturu, yan hana sarwa hala tunimba ring awak sariran ingsun tulakang, wangsulakena den adoh, ong ang ung mang, surup surup surup.
Setelah saudara - saudara kita tersebut berdiam
dalam tubuh kita, dan selalu menjaga kita, maka mestinya saudara - saudara kita diberi Laban/upah sebagai ucapan
terimakasih kita atas semua bantuannya. Adapun mantra saat memberi Laban antara
lain;
- Anggapati: Wetu sakeng Papusuh terus ke Netra malinggih ring Purwa, iki tadah sajen nira; ajengan nasi kepelan Petak maulam bawang jahe.
- Prajapati: Wetu sakeng Hati terus ke Karna malinggih ring Daksina, iki tadah sajen nira; ajengan nasi kepelan Bang maulam bawang jahe.
- Banaspati: Wetu sakeng Ungsilan terus ke Hirung malinggih ring Pascima, iki tadah sajen nira; ajengan nasi kepelan Kuning maulam bawang jahe.
- Banaspati Raja: Wetu sakeng Ampru terus ke Cangkem malinggih ring Uttara, iki tadah sajen nira; ajengan nasi kepelan Ireng maulam bawang jahe.
- Butha Dengen: Wetu sakeng Bungkahing Hati terus ke Siwadwara malinggih ring Madya, iki tadah sajen nira; ajengan nasi kepelan Manca Warna maulam bawang jahe.
- Ah Eh Uh Ih, Sang Catur Sanak, wus sira amukti, aja sira lali asanak ring insun, apan insun tan lali astiti bakti ring sira. Asing wenten pinunas insun mangda kasidan. Ong ang ung mang nama siwaya.
Dilihat dari mantra yang terakhir, kita
mestinya tidak melupakan saudara butha kita agar dia selalu ingat juga dengan
diri kita, nah disini kita sudah diajari secara langsung ajaran “tat twam asi”
dia adalah kamu sendiri, maka percayalah kepadanya maka kamu sendiri akan
percaya pada dirimu.
Sarana
dari laba untuk sanak butha kita adalah Segehan, dan inti dari mantra tersebut
adalah mempersilahkan saudara kita satu persatu menikmati laba yang kita
suguhkan.
dengan mendekatkatkan diri kepadaa saudara Pat kita, kita akan dapat merasakan ketenangan yang luar biasa. Saudara Pat kita dapat memberikan kita penyakit dan dapat pula memberikan kita kesembuhan. tapi saat pengamalan inilah seseorang bisa terpelosok pada jurang hitam, karena pada saat pengamalan ini seseorang akan terasa sangat hebat, bersemangat bagai api yang terus membara dan ingin membakar apapun yang ada dihadapannya, sehingga sering kali kekuatan hebat yang kita miliki yaang di berikan oleh saudara Pat kita ini berubah menjadi ke dharmaweci alias pengeliakan (LEAK) karena aura panas yang sangat berlebihan apabila digunakan untuk hal hal yang negatif.
dengan mendekatkatkan diri kepadaa saudara Pat kita, kita akan dapat merasakan ketenangan yang luar biasa. Saudara Pat kita dapat memberikan kita penyakit dan dapat pula memberikan kita kesembuhan. tapi saat pengamalan inilah seseorang bisa terpelosok pada jurang hitam, karena pada saat pengamalan ini seseorang akan terasa sangat hebat, bersemangat bagai api yang terus membara dan ingin membakar apapun yang ada dihadapannya, sehingga sering kali kekuatan hebat yang kita miliki yaang di berikan oleh saudara Pat kita ini berubah menjadi ke dharmaweci alias pengeliakan (LEAK) karena aura panas yang sangat berlebihan apabila digunakan untuk hal hal yang negatif.
Salah satu doa yang dapat kita
panjatkan kepada saudara Pat kita adalah:
“Ih,
Ah, Eh, Uh, sang catur sanak anggapati,
prajapati, banaspati, banaspatiraja, butadengen,Aja sira lali asanak lawan ingsun,Apan
ingsun tan lali astiti
bakti ring sira,Paweha ingsun waranugraha,Asing wenten pinunas ingsun mangda
kasidan,Ingsun nunas kerahayuan.”
Setelah minta
sesuatu pada sang catur sanak, ingat memasukkannya lagi dalam tubuh kita,
kembali seperti yang paling atas.. and...ingat lah setiap kajeng klion untuk
menghaturkan laban segehan kepel manca warna di sebelah tempat tidur kita, dan
afirmarmasikan yang intinya memberi
laban sehingga dia ingat dengan diri kita.
Kanda
Pat bila ditarik garis besarnya dapat dibagi 3 yaitu;
- Kanda Pat Butha, yang mempelajari saudara kita yang masih berupa butha kala yang sangat kuat enerjik dan dipenuhi oleh aura panas (semangat).
- Kanda Pat Manusa, yang mempelajari saudara kita yang dudah berkultivasi menjadi manusia, yang sifatnya sangat mirip dengan manusia itu sendiri.
- Kanda Pat Dewa (Dewata), yang mempelajari saudara kita yang sudah mencapai tingkat kultivasi dewata, yang merupakan dewa penjaga alam semesta ini.
ini bisa dikatakan level, karena semua
bagian Kanda Pat ini sangat berhubungan, oleh karena itu untuk mempelajarinya di mulai dengan Kanda Pat Butha yang
kemudaian dilanjutkan dengan Kanda Pat Manusa dan berakhir dengan Kanda Pat
Dewa.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Kanda Pat Yaitu tatwa yang menjelaskan tentang hakekat
bagaimana Tuhan dapat di pahami dalam berbagai menifestainya. Bhuta artinya kekuatan
gaib. Hal tersebut berusaha mengungkap bagaimana asal usul penciptaan alam
semesta dan kembali leburnya semua ciptaan yang ada . ada tiga hal yang dibahas
dalam kanda pat Bhuta yaitu unsur Api, Cair dan Angin. Kanda Empat Bhuta menguraikan tentang unsur Panas
sebagai perwujudan sifat Tuhan.Sifat Tuhan sebagai unsur panas sama halnya
dengan sifat Api = matahari=bumi=ibu dan Dewanya adalah Brahma ,Aksaranya ANG Api memiliki sifat dualistik yang bertolak
belakang.Bila api digunakan dengan baik bisa digunakan untuk memasak dan
keperluan penerangan bagi kehidupan masyarakat( manusia), namun api juga
menghacur leburkan apa saja dengan kekuatan panas membakarnya. Matahari bisa
melenyapkan kegelapan dunia. Bumi, bisa menjadi media bagi tumbuh kembangnya
kehidupan diatasnya. Ibu, mempunyai sifat sifat yang mampu menghacurkan,
sebagai contoh sebuah Kerajaan yang hacur karena wanita.Sifat sifat kemaha
kuasaan Tuhan inilah yang mengilhammi masyarakat Bali lebih kreatif sehingga
menghasilkan budaya yang adi luhung. Sebagai contoh sifat api yang tergambar
keras,emosinal serta menakutkan mengilhami para leluhur kita di Blai
mengilustrasikan, ke dalam bentuk serba aneh dan menakutkan sehingga ada
lukisan Bhuta kala,Raksasa dan Rangda. Seperti
halnya Ogoh-ogoh dan rangda adalah gambaran tentang sifat Tuhan sebagai MAHA
IBU. Ibu sama dengan dengan Bumi sehingga untuk menetralisir keadaan haruslah
melakukan pecaruan diatas Bumi.sehingga dengan adanya pecaruan maka tempat yang
ada menjadi sunya, hening seperti halnya ONGKARA. Kanda Empat Bhuta menguraikan tentang unsur cair sebagai perwujudan sifat
tuhan. Sifat tuhan sebagai unsur cair sama halnya dengan sifat air=Bapa
akasa=Dewa wisnu= aksara UNG. Air
adalah sebagai sumber kehidupan, sebagian besar apa yang ada di dalam dunia ini
di dominasi oleh air, baik mbuana agung maupun buana alit.air juga menjadi
penyuci atau pembersih segala kekotoran sehingga Tuhan sama halnya tercermin
dari sifat air sebagai tempat berlabuh semua manusia kembali Kedudukannya sebagai Dewa Wisnu, Tuhan dimuliakan
dan distanakan pada Taksu Geginan di dalam pelataran rumah . Di dalam suatu
Desa Umat Hindu Bali Bliau distanakan pada Pura Puseh.di Pura puseh lalu bliau
di stanakan di pelinggih Taksu. Secara Kanda Empat selain di sebut sebagai
stana Dewa Wisnu, Taksu juga disebut sebagaistana I Ratu Nyoman Sakti
Pengadangan. Kanda Empat Bhuta
menguraikan tentang unsur Udara sebagai perwujudan sifat Tuhan. Sifat Tuhan sebagai
unsur udara sama halny dengan sifat Udara = kosong = Dewa Iswara=Aksaranya
MANG. Sebagai wujud terimakasih
kita terhadap sifat Tuhan maka bliau distanakan di Pelinggih Tugu dan Pelinggih
Ulun Suwi(bedugul) dan diberi nama I Ratu Ngurah Tangkeb Langit atau I Ratu
Ngurah sapu Jagat. Nama tersebut mengandung pengertian bahwa ciptaan diantara
Bumi dan Langit adlah ciptaan Beliau .Kanda Empat Bhuta berkaitan erat dengan
Hari minggu . menempati arah timur , yang artinya wit, kawitan mempunyai neptu
5.
microtouch titanium trim / 0-1218-1530 - iTanium-arts.com
BalasHapusView microtouch solo titanium Details, images, titanium curling iron and images of microtouch titanium trim titanium cerakote / 0-1218-1530 - MicroTouch Titanium samsung titanium watch trim / 0-1218-1530. titanium jewelry piercing