Kamis, 26 Desember 2013

pasupata dualis

PASUPATA DUALIS
            Pasupata Dualis merupakan menafsirkan filosofis dari kosep Veda tentang Rudra sebagai Pasupati. Dalam kenyataannya 2 dari 5 kategori di akui oleh sisitrem ini, yang dinyatakan oleh dua buah kata yang menyusun nama “Pasupati”; dan 2 kategori pertama disebut “Pati” dan “Pasu” atau “Karana dan Karya. Roh-roh pribadi digambarkan berada dibawah pengendalian dan bergantung pada Tuhan (pati), persis seperti binatang yang berada dibawah pengendali para majikan.
            Kelihatannya teori metafisika dari pasupata ada paling awal yang didasarkan pada konsep penyebab tanpa sebab, diterima baik oleh Nyaya maupun Vaisesika, karena menurut Haribhadra Suri, rsi Kanada adalah seorang pasupata dan rsi Aksapada adalah seorang Saiva, dimana yang pertama lebih awal dari pada yang berikutnya yang mengikuti pandangan metafisika dari yang pertama. Hal ini tercantum dalam Vedanta, karena Badarayana dalam Vedanta Sutranya mencelanya, yang mengakui penyebab material berbeda dan bebas dari penyebab efisiensi dan menyatakan hubungan antara penyebab efisiensi dan penyebab material sama dengan keberadaan antara seorang pengerajin gerabah dan tanah liat. Ia juga tampaknya lebih dahulu adanya dibandingkan dengan Buddhisme dan Jainisme, karena ia merupakan pengandaian dari Vaisesika dan teori Budha tentang Nirvana ditelusuri pada Asatkaryavada dari Vaisesika dan Astikayas dari Jaina, demikian pula teori atomnya ditelusuri pada Vaisesika, yang memuat dalam banyak karya Jaina dan dalam Lalitavista.
Karena keterbatasan literatur tentang Pasupata Dualis, maka kita tidak dapat mengetahui secara rinci tentang teori metafisikanya; tetapi apabila kita mengembil secara bersama-sama apa yang kita dapati tentang hal itu dalam ulasan Vedanta Sutra oleh Sankara dan ulasan-ulasan sejenis dari Vacaspati Misra dan Anandagini, kita akan mendapat sedikit gambaran yang agak jelas tentang dasar dari Pasupata Dualis , yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
1.      Ia mengakui Tuhan (Pati) hanya sebagai penyebab efisiensi saja dan juga menyatakan keberadaan yang bebas dari penyebab material, seperti yang dinyatakan diatas.

2.      Ia mengakui 5 kategori awal, yaitu: (1) penyebab (Karana); (2) Akibat (Karya); (3) Penyatuan (Yoga); (4) Ritual (Widhi); (5) Pembebasan sebagai akhir dari segala kedukaan (Duhkhanta).


Kategori-kategori ini umum pada Lakulisa Pasupata, yang berbeda dengan Pasupata, karena yang pertama bersifat Dvaitadvaita, sedangkan yang kedua adalah Dvaita (Dualis). Pandangan ini ditunjang oleh 2 pengulas Saiva tentang Vedanta Sutra, yaitu Srikantha dan Sripati pandita, yang keduanya menyalahkan Dualis murni dan menyatakan bahwa sistem yang dikritik oleh Badarayana adalah sistem Saiva Dvaita.

3.      Tampaknya juga ia menempatkan kategori Karya dari Mahan menuju bumi, yang oleh Samkyanya diakui sebagai kategori yang tergantung dan kategori ini juga diakui oleh Lakulisa Pasupata, tetapi sebagai bagian dari “Kala”, salah satu dari 3 kategori yang tergantung yaitu: Vidya, Kala dan Pasu.

4.      Tampaknya ia mengakui Paradhana sebagai penyebab material, yang terpisah dari Tuhan (Pati) sebagai penyebab efisiensi.

5.      Ia menerima roh-roh pribadi menjadi abadi secara timbal balik dengan kedua penyebab, baik penyebab efisiensi maupun penyebab material, pandangan mana telah dipegang teguh oleh Vaisesika.

6.      Tampaknya ia mengakui bahwa Tuhan, dalam penciptaan dunia empiris yang beraneka warna ini, dipengaruhi oleh Karma.

7.      Ia mengakui pe,bebasan (moksa) tiada yang lebih dari akhir segala kesedihan dan kedua poin ini juga telah dipegang teguh oleh Vaisesika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar