Kamis, 26 Desember 2013

psikologi sosial


PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Pengertian mimpi
Mimpi adalah penglihatan, kejadian, atau pengalaman yang kita alami saat tidur, yang melibatkan pikiran, perasaan dan indera lainnya. Kejadian dalam mipi biasanya adalah suatu hal yang mustail terjadi dalam dunia nyata dan di luar kuasa pemimpi. Pengucualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpinya tersebut.
Pengertian berpikir.
Berpikir merupakan proses menentukan hubungan-hubungan secara bermakna antara aspek-aspek dari gabungan suatu pengetahuan.
Macam-macam kegiatan berpikir dapat kita golongkan sebagai berikut:
1.      Berpikir asosiatif, yaitu proses berpikir di mana suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya. Jadi ide-ide muncul secara bebas. Jenis-jenis berpikir asosiatif adalah :
a.       Asosiasi bebas: suatu ide akan menimbulkan ide mengenai hal lain, tanpa ada batasnya.
b.      Asosiasi terkontrol: satu ide tertentu menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu.
c.       Melamun: menghayal bebas, sebebas-bebasnya tanpa batas, juga mengenai hal-hal yang tidak realistis.
d.      Mimpi: ide-ide tentang berbagai hal yang timbul secara tidak disadari pada waktu tidur. Mimpi inikadang-kadang terlupakan pada waktu tertentu, tetapi kadang-kadang masih dapat diingat.
e.       Berpikir artistic: yaitu proses berpikir yang sangat subjektif. Jalan pikiran sangat dipengaruhi oleh pendapat dan pandangan diri pribadi tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Ini sering dilakukan oleh para seniman dalam menciptakan karya seninya.
2.      Berpikir terarah, yaitu proses berpikir yang sudah ditentukan sebelimnya dan diarahkan pada sesuatu, biasanya diarahkan pada pemecahan masalah. Ada 2 macam berpikir terarah, yaitu :
a.       Berpikir kritis,yaitu membuat keputusan atau pemeliharaan terhadap suatu keadaan.
b.      Berpikir kreatif, yaitu berpikir untuk menentukan hubungan-hubungan baru antara berbagai hal, menentukan pemecahan baru dari suatu soal, dan menemukan system baru dan sebagainya.

Mengenai berpikir, selain pendapat di atas, ada beberapa pendapat yang diantaranya menganggap bahwa berpikir adalah suatu proses asosiasi saja. Pandangan semacam inidikemukakan oleh kaum asosiasiono=ist. Sedangkan kaum fungsionalist memandang berpikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respons, diantaranya ada yang mengemukakan bahwaberpkir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih. Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item (Khodijah, 2006:117). Sedangkan menurut Drever (dalam Walgito, 1997 dikutip Khodijah, 2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Solso (1998 dalam Khodijah, 2006:117) berpikir adalah sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah.
Dari pengertian tersebut tampak bahwa ada 3 pandangan dasar tentang berpikir, yaitu:
1.      Berpikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat dipekirakan dari perilakunya.
2.      Berpikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam system kognitif.
3.      Berpikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah atau diarahhkan pada solusi.


Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52 dalam http://www.andragogi.com) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologis. Kemampuan berfikir pada manusia alamiah sifatnya. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang relatif berbeda.  
Ada berbagai jenis dan tipe berpikir. Morgan dkk. (1986, dalam Khodijah, 2006: 118) membagi dua jenis berpikir, yaitu berpikir autistik dan berpikir langsung. Berpikir autistik (autistic thinking) yaitu proses berpikir yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi. Berpikir langsung (directed thinking) yaitu berpikir untuk memecahkan masalah.Menurut Kartono (1996, dalam Khodijah, 2006:118) ada enam pola berpikir, yaitu:
1.      Berpikir konkrit, yaitu berpikir dalam dimensi ruang, waktu, dan tempat tertentu.
2.      Berpikir abstrak, yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan.
3.      Berpikir klasifikatoris, yaitu berpikir mengenai klasifikasi atau pengaturan menurut kelas-kelas tertentu.
4.      Berpikir analogis, yaitu berpikir untuk mencari hubungan antarperistiwa atas dasar kemiripannya.
5.      Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih kompleks disertai pembuktian-pembuktian.
6.      Berpikir pendek, yaitu lawan berpikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat, lebih dangkal dan seringkali tidak logis.
Dari uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa mimpi termasuk dalam kategori berpikir, di mana mimpi termasuk dalam berpikir asosiatif, di mana jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya sehingga ide-ide dapat muncul secara bebas. Selain itu, mimpi juga termasuk dalam kategori berpkir autistic (autistic thinking). Walaupu bermimpi tersebut dilakukan secara tidak sadar seperti halnya dalam berpikir, karena bermimpi itu berada di bawah alam sadar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar